PERAIH IPK TERTINGGI YUDISIUM S2 PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Alhamdulillah, saya baru saja menyelesaikan pendidikan saya di Jenjang Magister Pendidikan dan memperoleh Gelar M.Pd, ditandai dengan Pelaksanaan Yudisium Program PascaSarjana Universitas Negeri Medan 10 Desember 2019
Yang paling istimewa pada Yudisium kedua saya ini setelah 9 tahun yang lalu mengikuti Yudisium S1 di Kampus yang sama, adalah untuk kali ini, Alhamdulillah, saya mendapatkan Penghargaan karena Memperoleh Indeks Prestasi Tertinggi (IPK) untuk jurusan Pendidikan Matematika, walau tidak sebagai tertinggi se Pasca Sarjana.
Banyak ucapan selamat yang diutarakan kepada saya, baik di FB maupun WA dan IG. Tetapi intinya bukan semua itu. Zaman sekarang, Gelar itu belum tentu menggambarkan Kualitas, sesuai perkataan pak Menteri, bahwa Gelar Akademis bukan segalanya, tetapi kenyataan di Indonesia inu, belum berubah juga, bahwa nilai dan ijazah adalah segalanya, bahkan dalam penerimaan C-ASN di Negara Kita.
Sekali lagi bukan itu intinya, kembali ke bagaimana memperoleh IPK tersebut. Intinya adalah fokus dan pilihan. Emang pilihan seperti apa?
Saya merupakan guru di SMA Dr Wahidin Sudirohusodo Medan. Mendapatkan dukungan dari sekolah, pada tahun 2017 saya memantapkan diri melanjutkan pendidikan si progran Strata-2. Setelah mengikuti tes, dan berhasil memperoleh peringkat 2, saya menjadi Mahasiswa Aktif S2 Unimed pada Agustus 2017. Perkuliahan berlalu seperti biasa. Tugas, KKNI, etc. Hal biasa. Kemudian pada tahun 2018, saya mengikuti Olimpiade Guru Nasional, dan Alhamdulillah saya berhasil menuju Final di Lombok NTB. Tetapi pelaksanaan Final OGN masih dalam tahap kuliah. Dengan memberanikan diri meminta izin dan motivasi dari para Dosen, dan Alhamdulillah semua dosen mengizinkan, saya bisa mengikuti Lomba Final OGN dan Alhamdulillah berhasil memperoleh Juara 2 Olimpiade Guru Nasional di Lombok.
Saya pulang dengan bangga, memceritakan dengan para dosen yang juga turut bangga, membawa nama Sumatera Utara, dan juga malah berhasil di apresiasi Wakil Gubernur Sumatera Utara, yakni di post di IG beliau pada hari guru Nasional 2018.
Ternyata efek perlombaaan itu tidak berhenti hanya sebatas pengalungan medali. Pada Awal 2019, saya di telepon oleh Pihak KemDikBud, bahwa saya di nominasikan sebagai calon Pengiriman Guru Selama 1 Bulan di Luar Negeri. Ada 7 calon negara tujuan, dan saya senang kesemuanya. Kapan lagi jalan jalan keluar negeri gratis selama sebulan dan mendapat uang saku?
Tapi itulah takdir dari Allah SWT.
Pada saat mengurus paspor, duduk dalam antrian, teman dari kampus menelepon. Bang, sudah acc abg sempro.
What?
Yang saya tunggu selama ini acc juga.
Galau tingkat tinggi melanda
"Udah, kapan lagi keluar negeri gratis, wisuda bisa menyusul. Bawa nama Indonesia lho".
Banyak yang berpendapat begitu.
Tetapi mereka tidak tahu proses memperoleh acc sempro itu.
Tanggal sempro sama pula dengan pelaksanaan guru ke luar negeri.
Setelah memohon petunjuk dari Allah SWT, dan diskusi dengan keluarga, saya dengan bulatkan tekad, memutuskan mengundurkan diri dari pertukaran guru ke Luar Negeri.
Sayang sekali..
Iya..
Itulah pengorbanan sedikit yang saya lakukan.
Akhirnya dibalas Allah SWT dengan penghargaan ini.
Rezeki tidak kemana.
Rezeki tidak akan tertukar.
Intinya kepada semua, berdoa dan berusahan untuk yang kita lakukan.
Banyak yang menginginkan untuk menyelesaikan studi dengan cepat, dan saya diberi kesempatan itu, dan mungkin kita semua.
Hidup ini penuh pilihan.
Ayoo semangat maju untuk Indonesia..


Berikut Videonya:





Video Lain, Rektor UNIMED duet dengan Vionita Juara 1 The Voice Indonesia GTV

0 Response to "PERAIH IPK TERTINGGI YUDISIUM S2 PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel